Wotagei adalah singkatan dari Wotaku No Geijutsu.
Wotaku berasal dari kata Otaku (Seseorang yang menyukai suatu hal dari jepang seperti manga/komik) atau Wotaku (seseorang yang menyukai budaya idol jepang)
Geijutsu adalah gabungan dua kata yaitu Gei = Seni dan Jutsu = Teknik Gerakan yang sering di seput olah para ninja di jepang.
Waza secara spesifik merujuk pada jenis-jenis gerakan atau koreografi yang dilakukan saat melakukan Wotagei. Setiap pola ayunan cahaya dengan lightstick memiliki nama waza-nya masing-masing yang harus dihafal oleh para Uchishi (sebutan yang melakukan wotagei).
Ini adalah Sabiwaza (gerakan yang dilakukan saat chorus lagu) yang paling terkenal dan wajib dipelajari pertama kali.
Detail Gerakan: Dimulai dengan putaran lightstick di samping dada, diikuti dengan menggambar lingkaran besar menggunakan kedua tangan. Ciri khas utamanya adalah “gerakan seperti tusukan ular” (menunjuk/menusuk ke bawah, tengah, dan atas secara bergantian), lalu diakhiri dengan tarikan tajam ke bawah pinggang dan pose akhir (Romance pose).
Diambil dari nama Dewi Matahari Jepang, waza ini menghasilkan jejak cahaya yang megah dan terang.
Detail Gerakan: Melibatkan gerakan memutar lightstick di atas kepala atau di depan dada, kemudian membuka kedua lengan lebar-lebar ke arah luar secara simetris. Tujuannya adalah untuk menciptakan ilusi cahaya matahari yang memancar dari tengah tubuh sang Uchishi.
Nama Muramasa diambil dari pedang legendaris Jepang. Oleh karena itu, gerakannya sangat tajam dan presisi.
Detail Gerakan: Berbeda dengan gerakan melingkar, Muramasa mengandalkan ayunan lurus yang kuat seperti menebas pedang. Uchishi akan mengayunkan lightstick menyilang dari atas ke bawah atau sebaliknya dengan kecepatan tinggi, menciptakan garis cahaya lurus yang tegas.
Waza tingkat lanjut yang membutuhkan fleksibilitas tubuh dan kelincahan tangan.
Detail Gerakan: Gerakan ini sangat dinamis, sering kali melibatkan putaran setengah badan sambil melempar atau mengayunkan lightstick jauh ke belakang bahu. Jejak cahayanya membentuk pola X atau pola melengkung yang menyelimuti tubuh dari berbagai sudut. simetris. Tujuannya adalah untuk menciptakan ilusi cahaya matahari yang memancar dari tengah tubuh sang Uchishi.
OAD adalah gerakan dasar yang sangat ikonik di budaya idol dan sering digunakan saat bagian verse lagu (sebelum chorus).
Detail Gerakan: Uchishi mengangkat kedua tangannya ke atas kepala, melakukan tepukan (atau menyilangkan lightstick), lalu mengayunkan lengan dan menundukkan badan ke arah bawah/depan secara berulang-ulang seirama dengan beat lagu. Dinamakan “Dolphin” karena gerakannya mirip lumba-lumba yang melompat.
Kebalikan dari Amaterasu, gerakan ini melambangkan Dewa Bulan.
Detail Gerakan: Tsukuyomi sangat elegan. Uchishi menggunakan pergelangan tangannya untuk menggambar pola lingkaran penuh yang presisi di sisi tubuh. Pola jejak cahaya yang ditinggalkan terlihat seperti bulan sabit atau bulan purnama yang mengelilingi Uchishi.
Ini adalah waza paling klasik, bersejarah, dan sering dipadukan di akhir gerakan lain (seperti setelah Thunder Snake).
Detail Gerakan: Posisi tubuh sedikit miring ke satu sisi, kemudian tangan kiri dan kanan diayunkan secara bergantian dan berulang-ulang dari bawah ke arah atas secara diagonal. Ini adalah gerakan ikonik untuk menunjukkan ekspresi emosional yang tinggi terhadap lagu yang sedang dimainkan.
Kesalahan Para Pemula adalah selalu latihan atau take dengan lagu yang tempo cepat seperti lagu idol lokal atau idol jepang yang padahal kamu harus sadar tempo dari beberapa tersebut.
Lagu Aozora To Dialogue menjadi rekomendasi atau patokan untuk latihan gerakan karena lagu ini mempunyai flow yang pas untuk berlatih untuk melakukan berbagai Waza.
Latiah Koreografi atau Waza memerlukan Latihan yang cukup intens dari kecepatan dan tenaga, maka dari itu para Wota melakukan rekaman video sebagai evaluasi mereka kepada lagu-lagu tertentu agar mengetahui apa saja yang kurang seperti detail gerakan, cara mengayun dan mengatur tempo.
Lightstick selalu menjadi salah satu barang wajib yang dimiliki wota, namun barang yang beredar di pasaran hanyalah lightstick berkualitas rendah yang sangat mudah rusak atau mati.
Apa lagi harga tidak murah jadi kami menyarankan untuk kalian membeli atau mencari informasi tempat atau orang yang menjual lightstick yang berkualitas pada komunitas Wotagei.
A-Jun ( Instagram a.jurneyrgk ) adalah wota indonesia yang menjual berbagai lightstick seperti Antares, Laconic Light 2.0, Lumica, Potek.
Bagaimana? Apakah kalian tertarik untuk melakukan Wotagei? cobalah untuk sedikit memahami agar kita bisa lebih bersenang-senang pada fandom idol di indonesia. -minthan
You cannot copy content of this page